Intro: Sebuah Toko Ajaib
Intro: Sebuah Toko Ajaib
'Magic Shop' is a psychodramatic technique that exchanges fear for a positive attitude.
Saat kau bercerita tentang betapa bencinya kau pada dirimu sendiri, saat kau ingin menghilang, tuangkanlah itu padaku. Tenanglah, aku hanya akan mendengarkanmu. Percayakah kau, kalau aku merasakan kegelisahan yang sama?
(Akan lebih baik kalau kau putar kotak musik itu, karena itu berarti kau sedang masuk ke dalam toko ajaib ... mu.)
Aku bersandar pada tumpukan bantal yang kususun di atas tempat tidurku. Tanpa melakukan apapun, hanya menatap ke jendela kamar yang masih tertutup meskipun ini sudah jam sembilan pagi.
Enggan untuk keluar kamar, aku hanya ingin mengurung diri dengan balutan selimut tebal seharian. Hari ini cukup hangat, tapi entah mengapa terasa dingin. Sudah berapa lama ya, hidupku seperti ini? Aku bahkan perlu menghitungnya dengan kedua tangan: Sudah delapan bulan.
Tiba-tiba aku teringat masa kecilku. Saat rumahku tidak sebesar ini, hanya sebuah rumah enam puluh meter berwarna marun. Pagarnya tidak tinggi, ruang tamunya juga tidak luas; mungkin masih bisa disebut luas, di sana masih cukup untuk menampung beberapa anak saat pesta ulang tahunku yang kelima.
Lantainya bukan keramik besar-besar. Hanya keramik kecil berwarna putih dengan motif awan--entahlah apa itu benar atau tidak, tapi saat itu aku melihatnya seperti awan siang hari yang cantik.
Waktu itu, kami bahagia sekali. Aku yang masih pendek dengan rambut setengah ikal yang dikuncir dua, ibuku yang memakai gaun khas rumahan--ingin kusebut itu daster, tapi ibuku terlalu cantik saat mengenakannya--yang selalu kulihat saat bangun tidur, dan ayahku yang selalu membuka pintu rumah sambil bertanya pada ibuku: di mana Pia? setiap malam.
Entah aku yang saat itu terlalu kecil untuk memahami penderitaan, atau memang itu adalah masa-masa terindah yang pernah kualami.
Sekarang, rumah besar ini tampak sepi sekali. Aku yang dewasa ini hanya mengurung diri dan menatap pintu kamar. Entah apa yang kupikirkan, tapi aku ingin membayangkan kalau pintu itu terbuka dan seseorang masuk untuk membangunkanku.
Aku kecewa sekali. Mengapa semuanya jadi seperti ini? Apa saja yang telah kulakukan? Apa aku mencapai sesuatu, atau hanya mengulang hari-hari seperti copy dan paste?
Aku ingin kembali ke masa kecilku.
Apa kau juga begitu? Apa kau merindukan masa kecilmu? Apa kau juga takut akan apa yang akan kau lalui?
Kau pasti pernah kecewa terhadap dirimu sendiri. Aku juga, aku membenci diriku sendiri dan ingin menghilang saja. Banyak hal terjadi di luar kendaliku dan aku hanya bisa menderita karenanya. Kita yang semakin dewasa ini mulai merasakan banyak kekhawatiran dan kekecewaan. Bukan pada orang lain, tetapi diri sendiri.
Terkadang kau ragu untuk bercerita, iya kan? Banyak orang yang tidak benar-benar peduli dan akhirnya itu hanya akan menyakitimu. Tidak, kau tidak harus kuat. Kau boleh menangis kapanpun kau mau. Jangan menahannya, situasi ini membuat kita mengalami banyak hal, 'kan? Aku merasa begitu.
Kau dan aku sendirian sekarang. Kita tidak bisa tahu isi hati seseorang hanya melalui pesan singkat yang mereka kirimkan melalui internet. Kita tidak bisa menebak arti dari suara mereka yang terdengar melalui sambungan telepon, dan kita juga tidak bisa membaca pikiran seseorang bahkan melalui panggilan video.
Tidak apa-apa. Aku tidak akan memintamu bercerita. Cukup dengarkan saja ceritaku, cerita singkat tentang pagiku dan bagaimana aku ingin kembali ke masa lalu, saat aku tidak dewasa dan tidak tahu apa-apa tentang dunia ini.
Kau akan mengerti, begitu juga denganku.
Sekarang lihat dirimu. Pikirkan lagi, apa kau benar-benar tidak menggapai apapun? Kau tidak perlu berpikir seperti itu. Akuilah, kau mencapai sesuatu, 'kan? Bahkan jika itu hanyalah tidur yang nyenyak atau jika kau tersenyum sekali dalam dua hari. Atau .. kau yang telah melewati masa-masa sulit dimana kau menangis setiap malam. Kau yang berhasil duduk di bangku kuliah, atau kau yang menikmati senyum orang-orang yang kau sayangi.
Sudah kubilang, kau akan berhasil. Percaya saja padaku, kau akan berhasil. Pertama, hiduplah terlebih dahulu. Jangan terus-terusan tidak percaya pada dirimu sendiri. Buktinya, dirimu yang tidak kau percaya itu berhasil melakukan sesuatu. Mungkin bukan targetmu, tapi kau sedang dalam proses. Barangkali kau merasa aneh saat melihat beberapa orang berhasil lebih dulu. Percayalah, kau juga akan sampai di sana. Makanan instan pun tidak ada yang benar-benar instan.
Semua ini hanya masalah waktu. Meski kau seringkali lelah dan kecewa, ingin melepaskan segalanya dan menghilang, kau tidak pernah benar-benar ingin, 'kan?
Kalau kau mau, putar saja kotak musiknya dan ceritalah tentang hari-harimu. Aku hanya akan mendengarkan tanpa memberimu komentar jika kau tak perlu.
Beberapa dari kita memang merasa sedih jika mendapat komentar yang tidak kita inginkan saat bercerita. Kalau mungkin, kita hanya ingin seseorang mendengarkan dengan tulus.
Aku percaya padamu. Siapapun dirimu, kau akan mencapai mimpimu. Jika aku yang belum tentu mengenalmu ini bisa percaya, bagaimana dengan dirimu? Tidakkah kau bisa memberikan sedikit kepercayaanmu itu pada dirimu sendiri?
Pikirkan hal-hal yang membuatmu senang. Apa yang membuatmu terhibur? Bagaimana kau hiasi hari-harimu? Apa kau punya cerita hari ini? Kau hidup. Dan percayalah, seseorang pasti menjadikanmu alasan mengapa mereka bertahan. Seseorang peduli padamu, seseorang menyayangimu.
Saat kau membenci dirimu sendiri, saat kau ingin menghilang ... buatlah sebuah ruang untuk dirimu sendiri. Tempat di dalam hatimu, dimana kau bisa mencintai dirimu sepuasnya. Beristirahatlah di sana, tempat itu selalu menunggumu.
Bagaimana kau ingin tempat itu terlihat? Bayangkan saja, dunia fantasi? langit putih? Atau sebuah ruang di galaksi? Yang jelas, tempat itu milikmu. Kau bisa beristirahat dan menyerahkan semua kegelisahanmu di sana. Kau bisa menyuarakan melodimu di sana. Hal-hal yang membahagiakanmu dan membuatmu merasa berharga.
Aku juga begitu. Aku bisa tenang setelah melakukannya. Memikirkan bahwa aku memiliki ruang untuk diriku sendiri membuatku nyaman. Aku akan menukarkan semua ketakutanku di sana dan menggantinya dengan hal-hal yang bisa membuatku berkembang.
Semua jawaban yang kau butuhkan ada di sana, ruang di dalam hatimu sendiri. Kau menjawabnya, 'kan? Sadar tak sadar, kau menjawabnya sendiri.
Saat kau mempercayai dirimu, kau bisa mencapai apa yang kau inginkan. Kita sama, kok. Aku juga takut, aku juga gelisah, aku juga kecewa. Mungkin alasan kita tidak selalu sama. Tapi, aku hanya ingin mendatangimu dengan tulisan ini, membuatmu sadar betapa berharganya dirimu.
Dan semoga, kau bisa merasakan bahwa aku tulus. Aku ingin mengatakan kalau kau baik-baik saja.
Sekarang, kau menemukan tulisan ini. Kau menemukanku. Aku selalu di sini.
Komentar
Posting Komentar